Bab 47 Penyelesaian
Meng Shifang dengan gaya angkuh membawa kedua muridnya kembali ke pekarangannya sendiri. Ia memberi waktu tiga hari kepada Ni Yingqiu; setelah tiga hari, ia akan membawa orang-orangnya meninggalkan tempat ini.
Ni Yingpau memanggil para kasim dan dayang untuk membawa kembali para praktisi yang tergeletak pingsan di atas tanah. Pasukan pengawal istana dan kepala kasim di sisi kaisar telah pingsan karena ketakutan sejak awal, jadi tidak perlu khawatir tentang apa yang mungkin akan dikatakan oleh orang-orang ini.
Kini yang tersisa hanya Li Shifu, yang masih dikurung oleh Meng Shifang dalam Jaring Luar Angkasa Penakluk Iblis. Ia tidak lagi berontak, karena ia tahu mustahil baginya untuk bisa keluar seorang diri.
Ia hanya menatap tajam ke arah Ni Yingqiu, "Kau sudah berada di sisiku selama bertahun-tahun lamanya, aku sama sekali tidak menyangka kau menyimpan niat seperti ini!"
"Sejak dulu kau seharusnya sudah bisa memikirkannya," raut wajah Ni Yingqiu tampak amat suram. "Sejak dulu kau seharusnya sudah jatuh ke neraka. Dunia fana ini sudah tidak memiliki tempat bagi keberadaanmu."
Mendengar itu, Li Shifu tertawa terbahak-bahak dengan liar, "Kau benar, aku memang sudah seharusnya jatuh ke neraka, tetapi bagaimana denganmu? Kau juga tidak jauh lebih baik dariku. Selama bertahun-tahun ini, tahukah seberapa banyak darah yang telah mengotori tanganmu?"
"Bahkan aku pun akan mati di tanganmu!" Li Shifu menggenggam jaring itu, mengabaikan telapak tangannya yang terkorosi oleh energi sejati. "Bagaimanapun juga cepat atau lambat aku pasti akan mati, hidupku selama ini sudah lebih dari cukup. Menjadi kaisar selama bertahun-tahun lamanya, aku sudah seharusnya merasa puas! Tetapi bagaimana denganmu? Ni Yingqiu, aku benar-benar merasa kasihan padamu!"
"Menjadi seekor anjing di sisiku selama bertahun-tahun... Hahahahaha... Pada akhirnya tetap saja tidak bisa mendapatkan apa-apa. Kau selalu merasa takut ini dan itu, namun hatimu jauh lebih kejam daripada siapa pun!" Setiap patah kata yang diucapkan Li Shifu menghujam langsung ke lubuk hati Ni Yingqiu.
"Tutup mulutmu!" Ni Yingqiu mengayunkan pedangnya menusuk dada Li Shifu.
Li Shifu sedari awal telah menerima luka parah, pada saat ini ia juga ditekan oleh jaring milik Meng Shifang. Tusukan pedang Ni Yingqiu itu membuat sosoknya menjadi semakin transparan.
"Kau juga akan jatuh ke neraka, aku akan menunggumu di bawah sana!" Usai mengucapkan kalimat itu, Li Shifu menggenggam pedang Ni Yingqiu dan mendorongnya masuk beberapa sentimeter lagi ke dalam dadanya sendiri.
Ekspresi Ni Yingqiu berubah drastis, namun sudah terlambat untuk mencegahnya.
Sosok Li Shifu berangsur-angsur memudar, namun ia terus menatap tajam dengan menyeramkan ke arah Ni Yingqiu.
Sosoknya lenyap sepenuhnya. Mulai detik ini dan seterusnya, tidak akan ada lagi orang yang bernama Li Shifu di dunia ini.
Seseorang yang melakukan banyak kejahatan sepertinya, setelah mati akan jatuh ke neraka tingkat delapan belas dan tidak akan pernah berinkarnasi lagi.
Setelah menyelesaikan urusan Li Shifu, barulah Ni Yingqiu mengeluarkan dekrit kekaisaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ia menatap singgasana naga yang berada tidak jauh di depannya; padahal posisi itu telah ia impikan begitu lama, dan sekarang benar-benar berada dalam jangkauannya, namun ia justru merasakan kekosongan di dalam hatinya.
Ia menggenggam erat dekrit kekaisaran di tangannya. Sekarang, ia hanya tinggal membubuhkan cap giok kaisar, dan ia akan dapat benar-benar menguasai negeri ini.
Pada saat ini, kepala kasim yang tadi pingsan perlahan-lahan sadar kembali.
Ia terlebih dahulu mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, melihat para pengawal istana tergeletak tidak beraturan di atas lantai, serta kaisar yang terkulai di singgasana naga dan sudah lama kehilangan napasnya.
Di seluruh aula besar itu, hanya Ni Yingqiu yang berdiri di tengah-tengah. Dengan suara gemetar ia memanggil Ni Yingqiu, "Tuan Inspektur, apa sebenarnya yang telah terjadi?"
Ni Yingqiu menoleh ke arahnya. Kedua matanya dipenuhi olehurat-urat merah, membuatnya tampak sangat mengerikan.
"Yang Mulia... telah mangkat?" Suara sang kasim menyiratkan getaran yang sulit dikendalikan, ia bahkan tidak berani menyentuh tubuh sang kaisar. "Apakah yang ada di tanganmu itu adalah dekrit kekaisaran?"
Barulah pada saat itu Ni Yingqiu tersadar dari lamunannya, lalu mengangguk dan berkata, "Benar, Yang Mulia telah mangkat. Ini adalah dekrit kekaisaran yang sebelumnya diserahkan oleh Baginda kepadaku, di atas sini tertulis nama pewaris takhta. Kasim, pergilah panggil para menteri untuk datang!"
"Baik." Kasim agung itu bangkit dari lantai dan segera pergi mengatur semuanya.
Ni Yingqiu menggunakan teknik sihir untuk membangunkan seluruh orang yang tergeletak di lantai.
"Bawa jenazah Yang Mulia ke istana tidur, persiapkan pemakamannya!" perintah Ni Yingqiu.
Aula besar itu dengan cepat kembali tenang, bahkan jejak-jejak pertarungan sebelumnya telah dibersihkan tanpa sisa, seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun.
Ni Yingqiu berjalan perlahan menaiki singgasana naga itu, mengelus ukiran pola naga yang terpatri di atasnya, tersenyum mengejek pada diri sendiri, lalu melangkah keluar dari Istana Weiyang tanpa rasa penyesalan.
Barier pelindung istana kekaisaran telah ditarik oleh Ni Yingqiu. Istana kekaisaran tampak seperti hari-hari biasa, dan tidak seorang pun yang menyadari pertempuran besar macam apa yang telah terjadi di Istana Weiyang.
Pemakaman kaisar dipersiapkan tiga hari kemudian.
Bersamaan dengan upacara pemakaman itu, dilangsungkan pula upacara penobatan kaisar yang baru.
Meng Shifang bersama Hua Yi dan Zhao Xingchen menyaksikan dari kejauhan.
Dekrit penobatan berada di tangan Ni Yingqiu.
"Apakah Ni Yingqiu akan menjadi kaisar?" tanya Hua Yi.
"Kupikir iya. Bukankah tujuannya merencanakan semua ini sedemikian rupa adalah untuk menjadi kaisar? Kalau tidak, untuk apa ia repot-repot membuat kekacauan seperti ini?" jawab Zhao Xingchen.
Namun Meng Shifang menggelengkan kepalanya, "Belum tentu. Apakah kalian pikir posisi itu benar-benar begitu nikmat untuk diduduki? Ia hanya memiliki sebuah obsesi, tetapi ketika hal itu benar-benar bisa didapatkan, justru hal itu tidak lagi menjadi begitu penting."
Hua Yi kurang begitu mengerti, mengapa setelah berhasil didapatkan justru tidak jadi diinginkan?
Meng Shifang mengetuk kepalanya, "Sudahlah, urusan selanjutnya sudah bukan urusan kita lagi, ayo pergi."
Ni Yingqiu memang tidak menggunakan dekrit kekaisaran yang telah ia persiapkan sendiri. Ia menyerahkan takhta kekaisaran kepada putra mahkota yang sedang bertakhta saat ini, dan dirinya sendiri mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala Inspektur.
Setelah selesai membacakannya, ia menatap ke suatu arah. Sebutir air mata meluncur di sudut matanya, dan ia berbisik pelan, "Sampai jumpa!"
Keluar dari istana kekaisaran, ketiganya terlebih dahulu kembali ke kediaman Keluarga Zhao.
Selama satu bulan penuh mereka berada di istana kekaisaran, hal itu membuat orang tua Zhao Xingchen merasa sangat khawatir hingga setiap hari mereka harus melafalkan kitab suci di ruang doa untuk mendoakan keselamatan anak-anak mereka.
Nenek Zhao Xingchen juga telah sadar kembali. Sambil memegang ajaran yang diberikan oleh Meng Shifang dan membacakannya selama beberapa waktu, kondisi mentalnya menjadi jauh lebih baik.
Hari itu, ketika mendengar berita tentang mangkatnya kaisar, seluruh anggota keluarga sangat ketakutan.
"Cepat utus orang untuk mencari tahu, sebenarnya apa yang sedang terjadi ini? Semoga saja tidak sampai melibatkan anak kita dan yang lainnya." Ayah Zhao Xingchen baru saja memerintahkan orang untuk menyelidiki.
Namun Meng Shifang dan rombongannya justru tiba di kediaman setelahnya.
"Ayah, tidak perlu pergi mencari tahu, kami baik-baik saja," kata Zhao Xingchen.
Ibu Zhao Xingchen melihatnya dan terus-menerus melafalkan nama Buddha!
"Asal tidak apa-apa, asal tidak apa-apa!" kata ayah Zhao Xingchen pula. "Bagaimana bisa kaisar yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba mangkat?"
Zhao Xingchen menceritakan proses kejadiannya secara garis besar, tanpa membocorkan satu patah kata pun yang seharusnya tidak dikatakan.
Setelah mendengarnya, mereka tidak banyak berkomentar lagi, karena semua tahu bahwa ini adalah rahasia besar keluarga kekaisaran, semakin sedikit yang diketahui maka akan semakin baik.
"Nenek sudah bangun, saat ini beliau seharusnya sedang beristirahat di kamarnya. Dua hari yang lalu beliau bahkan menanyakan kalian, jika ada waktu kunjungilah beliau!" kata ayah Zhao Xingchen.
Ketiganya pergi bersama-sama menemui sang nenek. Nenek telah pulih sepenuhnya, dan barang-barang yang dipajang di pekarangannya pun semuanya telah diganti sesuai dengan petunjuk Meng Shifang.
Setelah duduk sejenak di kamar sang nenek, Meng Shifang dan Hua Yi pamit terlebih dahulu, membiarkan Zhao Xingchen berbicara berdua saja dengan sang nenek.
"Memiliki orang tua itu sungguh menyenangkan, selalu ada orang yang memikirkan kita setiap saat!" kata Hua Yi sambil mendesah memandangi Zhao Xingchen.
Meng Shifang mengangkat alisnya, "Iri?"
Hua Yi mengangguk.
Meng Shifang mengelus rambut Hua Yi dan berkata, "Tidak apa-apa, orang bilang seorang guru itu bagaikan ayah sendiri, aku tidak keberatan jika kau memanggilku Ayah!"