Bagaimana cara merebut hati seorang pria dalam sekejap? Pertama: Tatap matanya dengan penuh perasaan. Kedua: Menunduk dan memainkan ujung bajumu dengan malu-malu. Ketiga: Saat suasana sudah tepat, perlahan-lahan pejamkan matamu. Keempat: Tunggu hingga ia mencium bibirmu. Bertahun-tahun kemudian, ketika sudah dikenal di seluruh negeri, Lu Li masih samar-samar mengingat suasana malam bulan itu yang begitu mempesona. “Chan Yi, dulu kenapa kau bisa jatuh hati padaku?” tanyanya. “Karena…” Gadis itu tersenyum menggoda. “Karena kau terlihat sangat menggoda untuk disantap…”
Di dalam ruang kelas yang bersih dan terang, barisan siswa menundukkan kepala, sibuk mengerjakan soal. Di sudut papan tulis, sebuah kalimat besar ditulis dengan kapur, penuh semangat: "Hitung mundur menuju ujian masuk universitas, tersisa 53 hari."
Di atas meja yang sudah usang, terukir berbagai kutipan remaja yang memalukan. Di jendela kaca di samping, memantul wajah muda yang bersih dan polos.
"Apa ini?"
"Aku... telah berpindah dunia?"
Menatap wajah tampan yang penuh semangat remaja itu, Lu Li terdiam. Detik berikutnya, berbagai informasi berdesakan masuk ke pikirannya.
Planet Biru.
Tahun 2012.
Kota Xi, SMA Yunhai.
Lu Li.
Setelah lama merasa linglung, mata Lu Li perlahan kembali jernih. Ternyata dunia ini bukan lagi bumi yang dulu ia tempati, melainkan sebuah ruang paralel, sejarahnya hampir sama, tetapi ada perbedaan pada detail-detail kecil.
Pemilik tubuh ini juga bernama Lu Li, wajahnya pun mirip tujuh puluh persen. Apakah memang sudah digariskan takdir?
Di kehidupan sebelumnya, ia hidup tanpa tujuan, menghabiskan waktu sia-sia, dan kini Tuhan memberinya kesempatan untuk memulai dari awal.
Sungguh luar biasa.
Namun...
Agaknya ia telah merebut tubuh seseorang.
"Plak."
Saat Lu Li sedang mengagumi indahnya kesempatan kedua, sebuah bola kertas kecil dilempar ke mejanya.
Ia menoleh, dan wajah bulat besar menyambut pandangannya.
Wang Xuan.
Sahabat sejati Lu Li, mereka tumbuh bersama sejak kecil, hubungan sangat dekat. Mungkin kare