Bab 133: Pemenang Tender Itu adalah Su Gaoyi
Chu Yang melirik Su Gao Yi dengan tatapan dingin. Selalu saja ada lalat berisik yang datang mengganggu ketenangannya.
Melihat Chu Yang yang sedang marah, Su Xue Rou mengulurkan tangan dan menggenggam pergelangan tangannya. Saat ini, ia sudah tak memiliki tenaga untuk berdebat dengan Su Gao Yi, bahkan tak ingin lagi mempermasalahkan semuanya.
“Ada apa?” Chu Yang menyadari ada yang tidak beres dengan Su Xue Rou. Ia menatapnya dengan cemas dan bertanya.
Su Xue Rou tersenyum dengan susah payah, lalu berkata kepada Chu Yang, “Aku tidak apa-apa. Ayo kita pergi, pulang.”
“Tidak mau menunggu hasilnya?” tanya Chu Yang dengan heran. Su Xue Rou sangat mementingkan tender kali ini. Seharusnya ia tidak mengusulkan untuk pergi pada saat seperti ini.
Su Xue Rou menggelengkan kepala, lalu berbalik hendak menarik Chu Yang pergi.
Begitu ia berbalik, Chu Yang melihat dokumen tender yang digenggam erat dan disembunyikannya di belakang tubuh. Saat Chu Yang hendak bertanya, Kleik di atas panggung mulai mengumumkan pemenang tender.
“Saya umumkan bahwa pemenang tender kali ini adalah Ketua Grup Su sekaligus kepala keluarga Su, Tuan Su Gao Yi!”
Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, suasana di dalam ruangan seketika bergemuruh. Semua orang melemparkan tatapan iri dan dengki kepada Su Gao Yi yang berdiri terpaku karena kebingungan. Beberapa orang yang berada di dekatnya bahkan segera menghampiri, menyapanya dengan hangat dan berusaha menjalin hubungan dengannya.
Chu Yang juga merasa sangat terkejut. Merasakan tubuh Su Xue Rou gemetar, ia bertanya dengan suara dingin, “Apa yang sebenarnya terjadi?”
Mata Liu Yu memerah karena merasa tertekan. Dengan suara tersendat, ia berkata kepada Chu Yang, “Dokumen tender kita dibuang ke tempat sampah. Orang-orang ini benar-benar keterlaluan. Kalau mereka memandang rendah perusahaan kecil seperti kita, sejak awal seharusnya mereka menetapkan bahwa hanya perusahaan sebesar grup yang boleh ikut tender!”
Mendengar kata-kata Liu Yu yang penuh kemarahan, wajah Chu Yang menjadi sangat muram. Dingin di matanya pun semakin pekat.
“Tuan Kleik, siapa pemenang tender lainnya?” Lin Hong Fei bertanya dengan heran karena Kleik tak kunjung mengumumkan nama-nama pemenang lainnya.
Mendengar itu, Kleik memasang senyum misterius, lalu berkata, “Mitra kerja sama utama kami kali ini hanya Tuan Su Gao Yi. Adapun pihak lain yang ingin bekerja sama dengan kami, mereka cukup menghubungi Tuan Su Gao Yi.”
“Apa?”
Begitu suara itu terdengar, semua orang membelalakkan mata karena terkejut. Jika demikian, bukankah Grup Kerajaan Y menyerahkan seluruh keuntungan terbesar kepada keluarga Su? Mungkinkah Su Gao Yi memiliki hubungan pribadi dengan Joris?
Di tengah kebingungan itu, semua orang tak lagi bisa duduk diam. Satu demi satu mereka berbondong-bondong mendatangi Su Gao Yi.
Mendengar pujian dari orang-orang di sekelilingnya, Su Gao Yi akhirnya tersadar dari kebingungannya. Meskipun ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, saat ini dialah pusat perhatian. Dialah pemenang terakhir!
Bagaimana mungkin Su Gao Yi melupakan kesempatan untuk “berbagi” kemenangannya dengan Su Xue Rou? Ia mengangkat tangan untuk menenangkan kerumunan yang riuh, lalu berkata ke arah Chu Yang dan yang lainnya, “Bukankah tadi seseorang berkata bahwa pemenangnya pasti Su Xue Rou? Tamparan ini datang terlalu cepat, bukan?”
Begitu Su Gao Yi mulai menyerang, orang-orang segera menyingkir dan membuka jalan. Mereka kemudian memandang Chu Yang dan rombongannya dengan sikap seolah-olah bersatu melawan musuh, wajah mereka dipenuhi ejekan.
“Siapa orang tak tahu malu yang berani mengatakan hal sehebat itu di hadapan Kepala Keluarga Su?” tanya seorang pria yang ingin mengambil hati Su Gao Yi dengan nada mengejek.
“Hehe.” Su Gao Yi tertawa kecil, lalu menatap Chu Yang dengan penuh kesombongan. “Siapa lagi kalau bukan si pengecut terkenal dari Yongjiang, Chu Yang? Demi menyenangkan istrinya, rupanya dia berani mengatakan apa saja!”
“Hahahaha!”
Ledakan tawa dahsyat segera terdengar dari tengah kerumunan. Orang-orang pun ikut mengejek Chu Yang, menirukan ucapan Su Gao Yi.
“Wah, zaman sekarang benar-benar ada segala macam orang. Perusahaan sekecil itu bahkan berani datang kemari untuk ikut tender?”
“Benar sekali! Datang mengikuti tender sambil membawa seluruh keluarga. Menurutku, ikut tender itu cuma alasan. Sebenarnya mereka datang untuk makan dan minum gratis. Tadi aku melihat mereka mengambil makanan berkali-kali.”
Mendengar suara-suara menusuk di sekelilingnya, Su Xue Rou menundukkan kepala dan terus menggeleng. Tubuhnya pun mulai gemetar hebat.
“Dan lihat si pengecut itu. Tidak bisakah dia diam-diam saja menjadi sampah? Harus sekali dia keluar mempermalukan diri sendiri. Kasihan sekali wanita tercantik di Yongjiang. Ternyata bukan hanya menikah dengan seorang sampah, dia bahkan menikah dengan orang bodoh!”
“Hahahaha!”
Tawa menusuk dari sekeliling terus terdengar. Wajah Su Xue Ya, Liu Yu, dan Liu Ming Yuan dipenuhi kemarahan. Mereka juga sempat berdebat dengan orang-orang itu, tetapi lawan mereka jauh lebih banyak. Setiap kali mereka mulai berbicara, suara mereka segera ditenggelamkan dan sama sekali tidak menimbulkan pengaruh.
Saat Su Xue Ya dan Liu Yu hampir menangis karena cemas, kesabaran terakhir Chu Yang akhirnya habis. Tatapannya menyapu semua orang seperti bongkahan es yang telah membeku selama sepuluh ribu tahun. Kemudian ia membentak dengan suara dingin, “Berisik!”
Suara Chu Yang disertai tekanan dahsyat. Kerumunan yang semula riuh seketika terdiam, sementara suasana menjadi semakin tegang.
Saat beradu pandang dengan Chu Yang, semua orang tanpa sadar memalingkan wajah untuk menghindarinya. Tatapan Chu Yang saat ini terlalu mengerikan. Mereka bahkan tidak lagi merasa bahwa sosok di hadapan mereka adalah manusia. Ia lebih menyerupai serigala buas yang telah kelaparan selama bertahun-tahun dan siap mencabik-cabik mereka kapan saja.
Mereka ingin membantah Chu Yang, tetapi suasana tertekan itu membuat mereka tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Pada akhirnya, Su Gao Yi menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan berani, “Chu Yang, untuk apa sekarang kau berpura-pura menjadi serigala besar? Bukankah sebelumnya kau bersumpah bahwa Su Xue Rou pasti akan memenangkan tender? Kenapa? Setelah dipermalukan, kau malah melampiaskan kemarahan?”
Chu Yang menatap Su Gao Yi dengan mata sedingin es, lalu berkata dengan suara beku, “Berisik!”
Setelah itu, Chu Yang menendang meja di sampingnya. Sebuah piring kosong langsung melayang ke udara. Dengan satu ayunan kaki, ia membuat piring itu berputar cepat dan melesat ke arah Su Gao Yi.
Melihat hal itu, Su Gao Yi membelalakkan mata. Dalam sekejap, tubuhnya bereaksi secara naluriah. Ia segera bersembunyi di belakang seorang pengawal, berniat menjadikan tubuh pengawal itu sebagai perisai untuk menahan serangan.
Pengawal tersebut menelan ludah. Ia tidak yakin mampu menahan piring itu. Demi bertahan hidup, tepat ketika piring tersebut melesat ke hadapannya, ia segera berjongkok.
Melihat piring yang ukurannya bahkan lebih besar daripada wajahnya, Su Gao Yi membelalakkan mata dan berseru, “Sialan, kau...”
“Prang!”
Piring itu menghantam wajah Su Gao Yi dengan keras dan seketika pecah menjadi serpihan yang beterbangan ke segala arah. Orang-orang yang berdiri di dekat Su Gao Yi pun ikut terkena dampaknya. Tak lama kemudian, sebagian besar dari mereka sudah terluka.
Mereka tidak lagi merasa marah. Yang tersisa hanyalah ketakutan ketika memandang Chu Yang. Orang ini benar-benar kejam. Setiap kali menyerang, ia langsung mengincar nyawa!
Wajah Su Gao Yi berlumuran darah. Kepalanya terasa pening, sementara wajahnya dihiasi senyum konyol. Ia bergumam, “Hehe, Kakek datang menemuimu!”
Setelah mengucapkan itu, tubuh Su Gao Yi jatuh lurus ke tanah dan ia pun tak sadarkan diri. Nasibnya tidak diketahui.