Bab 126: Setiap Orang Harus Bertanggung Jawab atas Perkataan dan Perbuatannya
"Salam, saya manajer umum toko ini, nama saya Chen Guoguo." Chen Guoguo mengulurkan tangannya seraya menyapa Chu Yang dengan sopan.
Chu Yang mengangguk tanpa menyambut uluran tangan itu. Melihat hal tersebut, Chen Guoguo menarik tangannya kembali dengan canggung, lalu bertanya lagi, "Saya dengar Anda ingin mencoba gaun rancangan Krabruski yang ada di toko kami?"
Chu Yang mengangguk, lalu mendesak, "Cepatlah, kami sedang terburu-buru."
"Baik, Tuan, saya akan segera meminta staf untuk mengambilkannya," ujar Chen Guoguo. Ia kemudian menoleh ke arah pramuniaga wanita yang wajahnya tampak pucat pasi di belakangnya dan berkata, "Kenapa masih diam saja? Cepat ambilkan gaun untuk pelanggan!"
"I-iya, baik." Pramuniaga itu tidak lagi memiliki kesombongan seperti sebelumnya. Ia mengangguk patuh dengan gemetar, lalu bergegas pergi untuk mengambil gaun tersebut.
"Tuan, selera Anda sangat bagus. Gaun itu pasti akan terlihat memukau saat dikenakan oleh pasangan Anda," puji Chen Guoguo. Sebelumnya, saat pramuniaga itu datang untuk memproses pembayaran, dia tidak lupa mengejek Chu Yang dan Su Xueya di belakang mereka. Tidak perlu ditebak lagi, pramuniaga itu pasti telah menyinggung perasaan keduanya.
Chu Yang hendak mengklarifikasi hubungan mereka, namun Su Xueya selangkah lebih maju dan berkata, "Tolong cepat sedikit, kami sangat terburu-buru."
Chu Yang menatap Su Xueya dengan sedikit terkejut, namun ia tidak berkomentar apa pun.
Tak lama kemudian, pramuniaga itu kembali dengan napas terengah-engah membawa gaun merah tua yang mewah. Chu Yang menatap gaun itu dengan mata berbinar. Desainnya memang luar biasa, elegan, dan berkelas. Namun, gaun itu terasa kurang pas dengan aura Su Xueya, justru lebih cocok untuk kakaknya, Su Xuerou.
Chu Yang merasa gaun putih yang ia lihat sebelumnya jauh lebih cocok untuk Su Xueya yang polos dan manis.
Memikirkan hal itu, Chu Yang menunjuk gaun putih sebelumnya dan berkata kepada Chen Guoguo, "Tolong bungkuskan gaun yang itu juga untuk kami."
"Baik, Tuan," jawab Chen Guoguo sambil tersenyum tipis, lalu ia sendiri yang turun tangan membungkus gaun tersebut untuk Su Xueya.
"Sudahlah, cepat pergi berganti pakaian, sebentar lagi perjamuannya akan selesai," ujar Chu Yang dengan nada datar. Seharusnya ini hanya urusan membeli gaun biasa, tapi gara-gara bertemu dengan pramuniaga yang sombong dan menyebalkan, waktu mereka habis terbuang.
"Oh," jawab Su Xueya singkat. Matanya masih menatap Chu Yang dengan penuh rasa penasaran. Bagaimana mungkin Chu Yang punya uang sebanyak itu? Dua gaun itu totalnya mencapai seratus empat puluh ribu!
Sesaat kemudian, Su Xueya keluar dari ruang ganti, tetapi Chu Yang bertanya dengan bingung, "Ada apa?"
Ternyata, Su Xueya tidak memakai gaun merah tersebut, melainkan keluar dengan gaun pendek yang ia pakai sebelumnya.
"Aku lebih suka gaun yang itu, aku mau pakai yang itu saja!" kata Su Xueya kepada Chu Yang.
Chu Yang mengangguk, lalu menyerahkan kantong belanjaan di tangannya kepada Su Xueya seraya berkata, "Pergilah."
"Hmm." Su Xueya memberikan senyuman manis kepada Chu Yang, lalu melangkah dengan riang menuju ruang ganti.
"Tolong bungkuskan pakaian ini," kata Chu Yang kepada Chen Guoguo.
"Baik, Tuan," jawab Chen Guoguo dengan sopan.
Saat Su Xueya muncul dengan gaun putihnya, Chu Yang mengangguk puas. Benar saja, gaun ini jauh lebih menonjolkan aura Su Xueya. Ia tampak seperti bidadari, lincah dan menggemaskan.
Su Xueya berputar di depan Chu Yang, lalu menatapnya dengan penuh harap, "Bagaimana?"
"Sangat cantik," jawab Chu Yang sambil tersenyum.
"Ih, tidak seru, jawabannya asal sekali," ujar Su Xueya dengan nada sedikit kecewa.
Melihat hal itu, Chu Yang tersenyum pasrah, lalu berkata lagi, "Sungguh, kamu terlihat sangat cantik, seperti bidadari kecil."
Mendengar itu, hati Su Xueya dipenuhi rasa manis. Ia menundukkan kepalanya karena malu dan bergumam, "Untung seleramu lumayan bagus."
"Ayo pergi!" Chu Yang menggandeng tangan Su Xueya menuju pintu keluar.
"Hati-hati di jalan, Tuan. Kami menantikan kunjungan Anda dan pasangan Anda kembali," ucap Chen Guoguo dengan sopan.
Mendengar itu, Chu Yang menghentikan langkahnya, menatap lurus ke arah pramuniaga yang tampak iri tersebut, lalu berkata, "Dengan kualitas staf seperti ini, kurasa toko kalian tidak akan bertahan lama!"
Wajah pramuniaga itu seketika memucat. Sebelumnya, ia memang memandang rendah Chu Yang dan Su Xueya, bahkan sempat menghina mereka. Sekarang, ia menyesal karena telah menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja.
"Tuan, tenang saja. Orang ini sudah bukan staf kami lagi. Saya jamin hal serupa tidak akan terjadi lagi di kunjungan Anda berikutnya," ujar Chen Guoguo. Ia sadar bahwa sikap Chu Yang yang tidak ragu mengeluarkan uang seratus ribu lebih bukanlah kepura-puraan. Jika ia bisa mempertahankan pelanggan seperti ini, bukankah kinerjanya akan meningkat pesat?
Begitu mendengar hal itu, wajah pramuniaga tersebut semakin pucat. Ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Pelanggan yang datang ke sini adalah orang-orang kaya atau terpandang yang membeli pakaian sesuai selera mereka, bahkan bisa memborong tujuh atau delapan potong sekaligus. Jika ia berhasil menjual satu gaun mahal, ia akan mendapatkan komisi yang besar.
Tentu saja, karena setiap hari berhadapan dengan orang-orang kaya, lama-kelamaan ia terbiasa menilai orang dari penampilannya saja.
Saat mendengar akan dipecat, pramuniaga itu ketakutan hingga berlutut di lantai dan terus meminta maaf kepada Chen Guoguo, "Saya salah, Manajer, saya benar-benar salah. Tolong jangan pecat saya!"
Chen Guoguo menatapnya dengan dingin dan berkata, "Bukan kepadaku kamu harus meminta maaf!"
Mendengar itu, pramuniaga tersebut segera berbalik arah dan memohon kepada Chu Yang dan Su Xueya, "Saya salah, Tuan, Nyonya. Saya benar-benar tahu kesalahan saya. Tolong jangan masukkan ke hati."
Sambil berkata demikian, ia memberanikan diri menampar wajahnya sendiri. Suara tamparan "plak, plak, plak" pun bergema di dalam toko.
Su Xueya merasa tidak tega. Saat ia hendak membuka mulut, Chu Yang menggenggam tangannya dan berkata, "Ayo, kita hampir terlambat."
Setelah keluar dari toko, Su Xueya menatap mata Chu Yang dengan bingung, "Kenapa begitu?"
Su Xueya tahu bahwa Chu Yang bukanlah tipe orang yang pendendam.
"Setiap orang harus bertanggung jawab atas ucapan dan tindakannya sendiri, tidak ada pengecualian!" jawab Chu Yang dengan tenang, lalu mengajak Su Xueya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil, Chu Yang mengobrol ringan sambil menyetir, "Kamu kehabisan uang jajan?"
"Hmm." Su Xueya mengangguk. Sudah lebih dari sebulan dia tidak mendapat uang jajan sama sekali. Jika bukan karena selalu menumpang makan siang dengan Wu Yueyue, dia bahkan ragu apakah dirinya masih bisa bertahan hidup di sekolah...
Chu Yang menatap Su Xueya dengan iba, lalu bertanya, "Kenapa tidak bilang kepada kakakmu?" Dulu, Chu Yang sering melihat Su Xueya merengek dan memohon uang jajan kepada Su Xuerou.
Su Xueya menghela napas, lalu berkata dengan nada dewasa, "Kakak baru saja membuka perusahaan, pasti sedang kekurangan uang. Lagipula, aku tidak terlalu butuh banyak uang, jadi untuk apa aku meminta padanya?"